Minggu, 25 September 2016

Penilaian Supplemen

JAMAN SEKARANG, MINUM SUPPLEMEN SUDAH BIASA. Kita mengenalnya dengan berbagai macam variasi: ada yang disebut multivitamin, supplemen, minuman energi, tonik, penyegar, dan juga jamu-jamuan. Ini sudah menjadi bisnis bernilai miliaran, orang-orang terbiasa untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya dengan minum atau makan sesuatu yang 'berkhasiat' di luar dari makanan dan minuman yang biasa dikonsumsinya.

Jika Anda membaca tulisan ini di blog Usana Donny, mari kita memulai dengan satu kesadaran yang sama, bahwa Usana bukan supplemen pertama yang didengar. Juga pasti bukan yang terakhir.

Tapi, Usana adalah yang terbaik.

Kok bisa, bilang ini terbaik? Ya, karena di dalam bisnis yang terus berkembang ini, pembuktian tidak lagi bisa dilakukan dengan testimoni atau "rasanya jadi lebih sehat" seperti itu. Katalog Nutrisearch "Comparative Guide to Nutritional Supplements" dibuat secara periodik, dengan membakukan 18 kriteria evaluasi -- kriteria yang disusun berdasarkan masukan dari 12 ahli yang diakui, sebagai berikut:
  • Phyllis Balch, CNC
  • Michael Colgan, PhD, CCN
  • Earl Mindell, RPh, MH
  • Michael Murray, ND
  • Richard Passwater, PhD
  • Ray Strand, MD
  • Julian Whitaker, MD
  • Robert Atkins, MD
  • Terry Grossman, MD dan Ray Kuzweil
  • Jane Higdon, PhD
  • Philip Lee Miller, MD dan Life Extension Foundation
  • Nicholas Perricone, MD

Ke-18 kriteria evaluasi itu adalah:


Completeness -- Lihat apakah produk mengandung seluruh nutrisi dari standar campuran (Blended Standard) lengkap.

Potency -- Lihat seberapa banyak tiap nutrisi yang terkandung dalam produk dibandingkan jumlah dari standar campuran lengkap.

Mineral Forms -- Memeriksa molekul yang terikat dengan mineral untuk membawanya masuk ke dalam aliran darah. Kelat (molekul dengan ion logam yang dengan ikatan kovalen pada dua atom non-logam pada satu molekul) asam amino dan kompleks asam organik (seperti sitrat dan glukonat) meniru kelat mineral alami yang terbentuk selama proses pencernaan. Kelat mineral juga terlihat tidak menghalangi mineral lain untuk diserap, tidak seperti banyak garam mineral yang murah (karbonat,sulfat, dan klorida).

Vitamin E Forms -- Sementara d-alfa-tokoferol adalah bentuk paling umum dari vitamin E, gamma tokoferol serta bentuk lainnya memberikan perlindunan tambahan terhadap radang, kanker, dan proses lain yang dapat merusak sel. Supplemen berdosis tinggi dengan alfa tokoferol saja dapat mengurangi tingkat gamma tokoferol dalam jaringan tubuh.

Immune Support -- Penelitian ilmiah terbaru mengkonfirmasikan peran penting dari vitamin D dan yodium di dalam memelihara kesehatan jangka panjang. Kriteria baru ini memeriksa banyak nutrisi, termasuk vitamin D dan yodium, yang membantu untuk menghentikan banyak penyakit degeneratif yang memperpendek umur.

Antioxidant Support -- Memeriksa nutrisi yang membantu untuk mencegah atau memperbaiki kerusakan sel yang diakibatkan oleh oksidasi, termasuk vitamin C, vitamin E, vitamin A, beta-karoten, asam alfa-lipoik, likopren, ko-enzym Q10, yodium, dan selenium.

Bone Health -- Memeriksa nutrisi yang membantu dalam pembentukan ulang tulang, vital untuk mencegah osteoporosis dan penyakit lain yang melemahkan kerangka tubuh. Nutrisi ini termasuk vitamin D, vitamin K, vitamin C, vitamin B6, vitamin B12, asam folat, boron, kalsium, magnesium, silikon, dan seng.


Heart Health -- Memeriksa nutrisi yang membantu untuk melindungi jantung dan sistem pembuluh darah jantung, termasuk vitamin D, vitamin E, beta-karoten, ko-enzym Q10, kalsium, yodium, magnesium, l-karnitin atau asetil-l-karnitin, prosianidolik oligomer (PCO), senyawa phenolik, dan likopen. 

Liver Health -- Memeriksa nutrisi (termasuk vitamin C, cysteine, dan n-asetil-cystein, yodium, selenium, vitamin B2 dan vitamin B3) yang dapat meningkatkan fungsi liver dan mengoptimalkan jumlah glutathione, yang dapat menolong sel-sel melawan racun.

Metabolic Health -- Memeriksa nutrisi yang membantu tubuh menangani asuran gula harian, menjaga agar sistem tubuh tetap responsif terhadap insulin dan mengembalikan sensitifitas insulin yang hilang. Nutrisi ini termasuk vitamin B3, vitamin B6, vitamin B12, vitamin C, vitamin D, vitamin E, biotin, ko-enzym Q10, kromium, yodium, magnesium, mangan dan seng. 

Ocular Health -- Mata yang sehat dan pencegahan terhadap katarak dan degenerasi makular membutuhkan asupan yang cukup dari sejumlah nutrisi termasuk vitamin C, vitamin E, vitamin A (termasuk beta-karoten) dan karotenaoid, lutein, dan zeaxanthin.

Methylation Support -- Melihat apakah nutrisi, termasuk vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, asam folat, dan trimetilglysin, yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menghasilkan molekul yang memberi metil (CH3). Donor metil membantu untuk mengurangi kadar homosistein (homosistein adalah asam amino hasil sampingan dari metabolisme protein, yang jika kadarnya tinggi dikaitkan dengan risiko serangan jantung dan stroke. Peningkatan kadar homosistein diduga berkontribusi pada penambahan plak di arteri karena merusak dindingnya) dalam darah, sehingga melindungi arteri dan serabut syaraf. 

Lipotropic Factors -- Memeriksa nutrisi, termasuk kolin, lesitin, dan inositol, yang membantu tubuh menghilangkan racun, termasuk logam berat seperti timbal. Liver dan otak adalah dua target utama dari akumulasi racun yang larut dalam minyak.

Inflammation Control -- Memeriksa nutrisi yang bertanggung jawab untuk mengurangi peradangan pada tingkat seluler, seperti minyak omega-3 -- termasuk yang ditemukan dalam minyak ikan (asam eicosapentaenoic dan docosahexaenoic alias EPA dan DHA) -- asam linoleic, gamma-tokoferol, asam alfa-lipoic, vitamin C, vitamin D, yodium, flavanoid, prosianidolic oligomer (PCO), dan senyawa-senyawa fenolic. Peradangan kronis dapat menyebabkan penyakit degeneratif serius, termasuk penyakit jantung, kanker, dan rematik.

Glycation Control -- Memeriksa nutrisi termasuk l-carnosin, alfa-tokoferol, gamma-tokoferol, vitamin C, dan asam alfa-lipoic, yang menolong memperlambat kemajuan dari banyak penyakit degeneratif termasuk penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, dan kanker.

Bioflavonoid Profile -- Memeriksa nutrisi yang termasuk dalam kelompok bioflavonoid, yang bekerja di seluruh tubuh untuk menyerang radikal bebas dan mendukung banyak fungsi tubuh. Nutrisi penting ini termasuk flavonoid sitrus, isoflavon dari kedelai, quersetin, hesperidin, rutin, bilberry, beragam ekstrak berry, dan PCO (termasuk resveratrol, biji anggur, dan ekstrak kulit kayu pinus)

Phenolic Compounds Profile -- Memeriksa senyawa-senyawa fenolic yang spesifik (asam polifenolic dan turunannya), dikenal sangat potensial melawan radikal bebas. Fenol yang diturunkan dari zaitun, teh hijau, dan temulawak (curcumin) juga dikenal untuk menurunkan faktor risiko utama dari penyakit kardiovaskular, termasuk dalam menurunkan akibat peradangan.

Potential Toxicities -- Memeriksa nutrisi yang dapat terkumpul dalam tubuh, ada kemungkinan mengakibatkan suatu tingkatan beracun dalam pemakaian jangka panjang. Ini termasuk vitamin A dan zat besi. Kelebihan dosis dari nutrisi yang berisi besi secara tak sengaja, sebenarnya, menjadi penyebab utama keracunan fatal pada anak-anak. Vitamin A tersedia, secara aman, sebagai beta-karoten, sementara jumlah besi yang cukup dapat diperoleh dengan mudah oleh kebanyakan orang dari makanan.

Perhatikan ke-18 kriteria di atas dan sadari betapa seriusnya penelitian ilmiah tentang supplemen yang baik dan dibutuhkan oleh tubuh. Tidak mudah bagi produsen manapun untuk mendapatkan nilai tinggi dalam SEMUA kriteria di atas. Usana Essentials SUDAH mendapatkannya.

Apakah supplemen yang Anda konsumsi telah teruji dengan ke-18 kriteria di atas?
Dengan memenuhi kriteria yang secara konsisten diterapkan dan mengukur lebih dari 1200 supplemen -- dan Usana menjadi pemenangnya -- kita mempunyai alasan kuat untuk mengatur asupan nutrisi bagi tubuh kita setiap hari, untuk kehidupan yang lebih sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar