Siapa yang berpuasa, berat badannya bertambah? Padahal, puasanya sungguhan kan...?
Kita berpikir berhenti makan di siang hari. Badan kita "berpikir" menurut apa yang masuk mulut. Dan namanya orang Indonesia, senang banget dengan karbohidrat.
Tubuh sebesar saya butuh 2700 kalori sehari. Terus berhitung dong... 100 gram nasi, kalorinya 111. Jadi kalau gak makan nasi, ganti kue saja lah.... Banyak yang beranggapan tidak makan nasi dan lauk itu puasa, tapi masih boleh makan kue. Atau gorengan. Bukan makan berat kan?
Ehhh.... Yang namanya terigu, 100 gr terigu mengandung 364 kalori lho! Kalau mentega, 100 gr berisi 717 kalori. Besar, bukan?
Selagi diet, nggak makan nasi, tapi dari pagi sampai sore, minum teh manis, makan roti, kue manis, pastry, jajanan, totalnya lebih dari 2000 kalori... Tetap saja ada banyak kelebihan yang disimpan dalam sel-sel lemak. Sel lemak adalah gudang penyimpanan dalam tubuh manusia.
Atau dengan kata lain: makin gendut.
Tapi, kalau hanya obsesif diet alias gak makan apa-apa, malah bisa sakit lho. Tubuh kita butuh asupan makanan, yang kalorinya rendah. Butuh protein dan serat.
Jadi, food combining dong. Makan oat. Makan sayuran hijau. Hindari karbo, seperti nasi dan mie dan roti manis.
Kedengarannya asyik, hanya rumitnya minta ampun. Gak mudah siapkan segala macam bahan makanan sehat segar begitu. Belum lagi pengolahan bahannya.
Makanya, kebanyakan diet isinya adalah berpuasa dan makan terbatas, yang sebagian besar berakhir dengan kegagalan. Lantas soal aktivitas, mau banyak olahraga? Cukup nggak waktunya?
Mungkin, yang saya lakukan sekarang bisa berhasil. Masih dijalani nihhh...
Bisa begini karena ada supplemennya sih. Di posting berikutnya lah ya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar