DALAM PROGRAM DIET, BANYAK YANG MENGUKUR PADA KALORI. Kita bisa menghitung kalori dari tinggi dan berat tubuh, dengan faktor variabel aktivitas sehari-hari dan usia serta jenis kelamin. Dari data-data ini bisa dihitung berapa kalori harian yang dibutuhkan.
Kalori diperoleh dari tiga sumber golongan: rantai gula alias karbohidrat, dari lemak, dan dari protein. Karbohidrat seperti nasi didominasi oleh rantai gula yang panjang, juga ada glukosa (lebih tinggi pada nasi putih), protein (sekitar 9%), dan air. Setiap 100 gr nasi putih bulir panjang (long grain), kalorinya ada sekitar 117 kkal.
Tubuh mahluk hidup bisa mengubah molekul gula glukosa menjadi molekul gliserol (atau gliserin). Ketika gliserol direaksikan dengan asam lemak (fatty acids), jadinya adalah gliserida, antara lain molekul trigliserida alias lemak. Dalam tubuh, lemak ini disimpan dalam bentuk lipid, yang memiliki tingkat kalori jauh lebih tinggi.
Nah, mari kita lihat satu bentuk ikatan turunan alkohol dalam tubuh, yang disebut sterol alias steroid alkohol. Bentuk sterol pada hewan dan manusia disebut sebagai kolesterol (cholesterol), yang berfungsi sangat penting untuk pembentukan membran tubuh, dasar dari vitamin yang larut pada lemak seperti Vit D, dan hormon steroid. Kolesterol ini penting lho, kalau tidak cukup ada masalah dalam pembentukan hormon penting seperti estrogen, androgen (ingat testosteron?)....
Lantas kenapa orang takut pada kolesterol?
Karena dalam tubuh, lipid dan kolesterol bersama-sama bisa membentuk senyawa protein. Ada satu bentuk senyawa protein yang disebut lipo protein, dengan variasi low-density lipo protein (LDL, karena lebih tinggi lipid dan kolesterol dibanding proteinnya) yang membawa kolesterol dari liver ke jaringan tubuh. LDL ini dianggap sebagai molekul lipo protein yang tidak baik, bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah oleh lipid dan kolesterol.
Sebaliknya dari LDL, ada bentuk protein lain yang disebut high-density lipo protein (HDL) yang membawa kolesterol dari jaringan tubuh ke liver. Pada HDL, yang tinggi adalah komponen protein dibandingkan lipid dan kolesterol. Karena 'mengambil' jaringan lipid dan kolesterol dari tempat seperti pembuluh darah, maka HDL dianggap sebagai molekul lipo protein yang baik. HDL yang tinggi mencegah terjadinya penyumbatan darah ke jantung.
Protein itu sendiri merupakan suatu sumber kalori juga. Kita perlu mengkonsumsi rantai gula (karbohidrat), lemak dan protein, untuk memperoleh energi. Setiap sel membutuhkan energi, dengan memecah rantai gula, lemak dan protein (dengan enzym) untuk 'dibakar' pada bagian sel yang disebut mitokondria.
Mau kurus? Buatlah begini: kurangi asupan kalori supaya lipid di tubuh dikeluarkan, untuk diurai dan dibakar oleh sel yang bekerja.
Jadinya, orang mengurangi makan supaya jadi kurus. Betul?
Orang sering lupa, kalau sel itu tidak asal bekerja, bukan asal berkontraksi seperti sel otot yang dipakai berolah-raga. Betul, olah raga itu menghabiskan kalori.... tapi berpikir juga menghabiskan oksigen dan kalori lho. Sel-sel bekerja butuh 'bahan bakar' sumber kalori. Pertanyaannya, sel-sel bekerja untuk apa?
Kalau sel otot, kerjanya ya kontraksi, memanjang dan mengerut. Kita tahu energi dibakar di sana. Tetapi, badan mahluk hidup isinya bukan sel otot melulu kan?
Sel-sel itu seperti mesin yang bekerja, memproses sesuatu. Untuk bekerja dibutuhkan DUA hal. Yang pertama adalah sumber energi alias kalori. Yang kedua adalah BAHAN NUTRISI untuk diolah menjadi sesuatu, entah membentuk jaringan tubuh, membentuk hormon, membentuk enzym, membentuk vitamin, atau membentuk apa saja.
Bayangkan sekarang, orang mengurangi makan. Dia memang mengurangi kalori, tapi juga mengurangi semua nutrisi lainnya. Apa yang terjadi? Tubuhnya akan 'menjerit' minta diberi asupan makanan. Orang sering berpikir, "oh itu tandanya lapar, karena kekurangan kalori."
Pikirkan kemungkinan lain. Mungkin tubuh Anda bukan kekurangan kalori, melainkan kekurangan nutrisi yang dibutuhkan sel untuk bekerja. Kita ini bukan hidup hanya makan gula kan?
Jika kebutuhan sel tidak dipenuhi, akibatnya sel tidak bekerja dengan optimal, tidak mengambil energi seperti yang dibutuhkan -- dan akhirnya tetap saja lipid disimpan dalam jaringan tubuh alias jadi gendut.
Sampai di sini, kita bisa mulai bicara tentang nutrisi sel. Pikirkan apa yang DIBUTUHKAN oleh setiap sel bekerja dengan baik, bukan hanya tentang kalori. Sel butuh mineral, butuh vitamin. Tahu gak, kenapa disebut 'vitamin'? Itu adalah suatu senyawa organik yang TIDAK BISA dihasilkan sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang cukup, untuk proses metabolisme yang sehat. Butuh asam lemak dan juga asam amino, serta berbagai enzym.
Ada juga (baca: banyak) makanan yang dapat membuat tubuh tidak bekerja dengan baik. Rokok, misalnya, mengandung 4000 macam zat yang semuanya berbahaya bagi kesehatan.
Diet itu bukan sekedar tidak cukup asupan kalori, dengan tidak makan apa-apa, atau hanya makan buah saja.... Buah memang bagus sebagai sumber vitamin, namun apakah bagus juga sebagai sumber mineral?
Berilah sel-sel Anda makanan yang cukup. Jauhkan sel-sel Anda dari bahan berbahaya. Tetaplah aktif, tetaplah gembira, dan hiduplah lebih sehat, seimbang, dan berbahagia.
Usana membantu Anda untuk mencapainya.
Mau?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar