SAYA MAU KURUS, MAKA SAYA RAJIN IKUT FITNESS.... itu adalah kata-kata yang sering terdengar. Maunya sih seperti jadi anak SMA, yang kegiatan fisiknya lumayan heboh, badan tetap kurus walau makan sebanyak-banyaknya. Yang ada, tubuh dengan cepat jadi makin tinggi dan kekar tampan rupawan, atau cantik jelita. Tidak pernah rugi kalau punya badan seksi, bukan?
Sayangnya, kita sudah bukan berusia 17 tahun lagi (ah, untuk kita inilah tulisan ini dibuat). Bahkan kalau kita ke fitness atau gym sepanjang hari, nggak ada hasil atas tubuh ini jika kita tetap saja tergila-gila makan banyak, makan lemak, dan yang semanis-manisnya. Gula-gula no more!
Kenyataannya, perut rata dibuat di dapur, dan tidak ada latihan kardio atau angkat berat bisa membentuk tubuh yang seperti dewa yunani itu, kalau tetap saja makan sembarangan. Coba makan semua kalori itu secara berlebihan, maka kita harus mengimbanginya. Akan menjadi tidak masuk akal bagi kita untuk terus latihan fisik agar menghilangkan kalori yang kita dapat dari.... apa ya: double cheeseburger dengan kentang goreng dan milk shake. Yumm.... ndut!
Kenapa sih nggak masuk akal? Ada sebab kenapa olah raga tidak bisa menggantikan diet makanan. Ini ada 6 alasan:
Yang pertama, kita bukan atlit. Ayolah, memangnya pekerjaan kita adalah dalam bidang olahraga, yang menghabiskan waktu berjam-jam latihan setiap hari? Jadi kalau kita pikir biar sajalah makan ayam goreng berminyak itu di pagi hari, lantas diteruskan dengan olahraga di gym, jangan lupa kita 'kan dibatasi oleh waktu. Kerja ayo kerja!
Maka, kita harus hitung ulang berapa banyak kalori yang dibakar selama latihan dibandingkan dengan kalori yang kita tadi makan. Karena kebanyakan orang bukan atlit profesional, artinya kebanyakan orang (termasuk kita) tidak membutuhkan bahan bakar seperti mereka.
Boleh ya, iri kepada para atlit pesepeda yang makan makanan berkalori tinggi, untuk berkompetisi dalam tour jarak jauh. Pastinya itu bukan makanan bagi orang yang cuman jogging keliling kompleks di pagi hari, walau berkeringat juga.
Jadi boleh gak makan ayam? Boleh lah, tapi cari yang lebih sehat seperti dada ayam yang dipanggang. Dan makan spaghettinya nanti saja setelah agak kurusan, sebulan sekali. Jangan dibuat jadi kebiasaan mingguan apalagi harian.
Pastinya, jangan kasih alasan "oh tadi kan sudah fitness sampai keringatan" itu namanya mengeles makan berat dengan alasan....
Yang kedua, kita tdak bisa mencapai kondisi tubuh yang ideal jika kita kebanyakan olahraga sambil kebanyakan makan yang salah. Bukan makanan gak sehat ya, tapi makanan yang salah.
Untuk secara efektif mengubah bentuk tubuh dan tetap seperti itu, pastinya perlu latihan berat yang rutin. Kita nggak akan kuat mengikuti latihan berat kalau makanan kita tidak tepat. Kita pikir buat kerja keras begitu, butuhnya banyak gula -- biasa kan, rasanya 'segar' sehabis minum limun yang kadar gulanya tinggi? Nggak usah sebut merek lah ya. Segar sih segar, tapi salah, gula itu tidak bikin kita kuat untuk mengerjakan latihan berat.
Lalu kita juga butuh tidur, tapi kalau malam hari kita terus makan makanan berlemak, hal itu bisa mengganggu tidur (ini menurut penelitian di Brazil) dan akhirnya membuat kita nggak kuat di gym.
Kita membutuhkan kombinasi dari karbohidrat dan protein untuk pulih dari suatu latihan berat, dan harus menghindari lemak. Walau, kalau dilihat kalorinya, lemak mempunyai kadar kalori yang tinggi sekali. Juga hindari kebanyakan karbohidrat dan fiber -- betul, terlalu banyak fiber mengganggu proses pencernaan dan penyerapan. Bisa bikin kurus dan bikin lemas, karena bukan cuma lemak yang hilang melainkan juga massa otot.
Yang ketiga, kita tidak punya cukup energi kalau kita tidak cukup makan. Betul, mau kurus. Tapi mau lemas? Nggak bertenaga?
Ada yang bilang, puasa obsesif itu bagus (jangan disebut nama latihannya ah ya). Kita pikir tidak butuh karbohidrat, betul-betul menghindari nasi, mie, jagung, kentang, roti, dsb. adalah diet yang sehat. Salah! Tanpa karbohidrat itu sama merusaknya dengan kebanyakan makan lemak.
Lalu, orang yang mengurangi makan akan mengurangi semuanya, termasuk vitamin yang larut dalam lemak seperti A dan D, juga asam lemak yang esensial seperti Omega-3. Kekurangan ini semua membuat tubuh kita tidak mampu menghasilkan energi dan juga tidak menumbuhkan otot, karena kekurangan itu akan menyebabkan terhambatnya produksi hormon seperti insulin dan testosteron, yang dibutuhkan untuk membentuk tubuh yang bagus.
Kelamaan banyak olahraga dan kekurangan makan membuat berkurangnya jaringan otot serta bisa bikin otot rangka juga lemah untuk melakukan aktivitas prima. Ini mau diet atau bikin badan jadi loyo?
Yang keempat, kita tidak akan MAU untuk berolah raga.
Pilihan makan yang salah, entah kita kebanyakan makan lemak atau kebanyakan karbohidrat, atau tidak cukup lemak dan tidak cukup karbohidrat, semua itu bikin kita merasa lemah, lemas, lambat, lesu, lunglai, dan layu.
Diet dan latihan itu saling berkaitan, kalau kita makan cukup maka ada motivasi untuk bergerak, dan kalau kita cukup berolahraga, ada motivasi untuk makan benar. Orang yang berpikir dengan kemauan keras bisa mencapai tujuan melalui banyak latihan dan kurang makan, bisa berakhir dengan mood "ngegantung" -- gantung handuk, gantung sepatu, pastinya malas pergi ke gym.
Pernah secara serius memperhatikan asupan vitamin, mineral, asam folat, dan sebagainya?
Yang kelima, kita nggak akan bisa membentuk bagian tubuh seperti yang kita inginkan. Mau punya tubuh indah di area pantat atau paha, atau mau punya perut yang keren? Kalau terlalu banyak makan kalori dan tidak bisa bakar semua itu hanya dengan latihan, maka apapun juga latihannya, zat-zat lipid itu akan berkumpul di area tubuh yang justru mau dibentuk. Haduh.
Tentunya ada beda antara lelaki dan perempuan. Pada perempuan, kecenderungannya berkumpul di pinggang dan paha, sementara pada laki-laki berkumpulnya di bagian tengah perut. Jadi gendut. Mungkin saja ototnya kuat dan bertambah, tapi begitu juga lapisan lemak bertambah.
Ingatlah bahwa kita mau membangun otot dan membakar kalori lebih daripada kita konsumsi. Lebih mudah jika kita menghindari makan es krim atau limun manis itu, bukan?
Yang keenam, kita bisa sakit, atau terluka. Kerbohidrat yang rendah dan lemak yang rendah itu bisa menguras energi mental dan mempunyai akibat buruk pada kesehatan jantung lho. Juga, kelamaan kurang karbohidrat dapat menyebabkan kekurangan nutrisi dan bikin radang dengan mudah terjadi dimana-mana di seluruh tubuh -- yang membuat kita lebih mudah terluka.
Awas lho, ada studi yang menunjukkan bahwa kalau kita tidak cukup mengkonsumsi lemak yang sehat dapat meningkatkan kemungkinan kita terluka lagi di tempat yang sama -- itu seperti terkilir di tempat yang itu lagi itu lagi. Lebih jauh lagi, kalau kita betul-betul anti lemak sambil memberi diri olahraga keras, itu juga bisa menurunkan kekebalan tubuh.
Jadi? Olah raga dong, namun berikan tubuh apa yang dibutuhkan: vitamin, mineral, protein, lemak, karbohidrat yang memadai. Bukan berlebihan, jangan yang salah ya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar